Nasional

Sosialisasi Ancaman Terorisme Dan Pencegahannya di Mapolres Jember

redaksi malam
Kamis, 06 Juli 2017, Juli 06, 2017 WIB Last Updated 2020-03-23T21:32:58Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




JEMBER, KUTABALINEWS.NET  - Acara Sosialisasi Terorisme dan Pencegahannya diselenggarakan di Hotel New Sari Utama Jember dengan pembicara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK MH dan BNPT (Badan Nasional penanggulangan Terorisme) Pusat Jakarta Brigjen Polisi Ir. Hamli. Dihadiri Bupati Jember, Muspida, Muspika, elemen masyarakat, pemerintah dan TNI, Ulama dan Kyai dari Pondok pesantren se Kabupaten Jember, Rabu 06/07

Dalam sambutannya, kapolres Jember mengatakan bahwa dalam upaya mencegah berkembangnya paham-paham radikalisme yang mengarah kepada terorisme, kata dia, sangat perlu untuk mengadakan kegiatan sosialisasi dan upaya pencegahan terorisme serta penyebaran paham radikal

Kapolres juga minta seluruh anggotanya untuk tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai upaya untuk membentengi diri dari tindakan tercela dan selalu berjalan pada koridor yang benar dan jauh dari paham radikalisme.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo juga meminta agar masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan radikalisme dengan melaporkan jika ada orang mencurigakan pada lingkungan masing-masing.

"Segera laporkan jika ada gerak gerik mencurigakan dan orang-orang tidak dikenal dalam lingkungan masing-masing. Agar bila ada ancaman terorisme bisa segera dicegah," kata AKBP Kusworo Wibowo, SIK.

Sambutan kedua, Ketua MUI kabupaten Jember Prof. dr Halim Subahar mengatakan agar selalu waspada dengan adanya teroris. Kepolisian bertugas untuk menangkap para teroris tersebut. "Ulama dan Kyai dihimbau memberi pemahaman-pemahaman keagamaan kepada santri dan masarakat, agar tidak terjerumus ke dalam kelompok-kelompok radikal di Indonesian dan negara negara lain seperti Filipina, Korea, Hongkong dan Malaisya," tegas profesor Bahar

Usai acara Sosialisasi  Ancaman terorisme dan pencegahannya ditutup dengan penandatanganan kesepakatan penolakan Terorisme serta paham Radikal oleh Kepala desa se Kabupaten Jember serta Kyai se kabupaten Jember. (agus)



Komentar

Tampilkan